Langsung ke konten utama

Postingan

Tak Banyak

Tak banyak yang bisa dikenang dari kisah yang membuat mata seringnya berkunang-kunang. Dulu, ada untai harapan dan mimpi yang semakin semerawut ditinggal pemiliknya. Dulu juga, ada laki-laki yang tak ragu menapak menjauh walau sesekali melihat sambil lalu. Tapi lebih pasti, ada perempuan yang menampakkan diri serupa malaikat padahal hatinya hancur karena khianat. Tak banyak yang seperti mereka, Masih bisa sesekali bercanda, lalu pergi tanpa tersisa berhadap kembali ada masa. Lebih banyak yang seperti kita, Tersenyum kaku ketika bertemu, padahal sejatinya didalam hati rindu. Tak banyak yang seperti mereka, Berani memulai lembar baru walau diselingi ragu, tak lagi takut terluka karena telah mencoba. Lebih banyak yang seperti kita, Bersikap acuh dan berbicara singkat kala berjumpa, padahal pinta pada yang kuasa selalu saja tentang dirinya. Tak banyak yang bisa kita tampakkan sedihnya, Kita sering biasa saja menertawakan dan menyebut nama satu sama lain di depan ...

Pengalaman Berbelanja Buku di Gramedia.com

Siapa diantara kalian yang lebih suka belanja online dibandingkan datang ke tokonya langsung? Saya salah satunya. Termasuk juga untuk buku atau novel - novel yang saya beli tiap bulannya. Yes. Setiap bulannya saya memang menyisihkan pendapatan untuk membeli buku dan novel - novel, bukan karena hobi, juga bukan karena laper mata saja. Bagi saya membaca adalah kebutuhan, membeli buku dan novel juga termasuk salah satu kebutuhan saya setiap bulannya. Iya saya tau. Kita tidak harus selalu membeli buku dan novel untuk memuaskan kebutuhan membaca, ada beberapa aplikasi pinjam buku online lainnya yang bisa diakses gratis melalui smartphone. Ada juga buku dan novel lama yang bisa di download secara gratisan melalui googling sana-sini. Pun kalian bisa meminjam ke teman atau perpustakaan terdekat dari tempat tinggal kalian. Tapi bagi saya, membeli buku dan novel setiap bulannya lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan, ada apresiasi disana. Apresiasi saya atas penulis - penulis melal...

TAKLIM: Rahasia Sukses Raih Rezeqi Berkah Melimpah (Part I)

Assalamualaykum, Bloggers. Apa kabar? Masih kuat puasanya? Sudah bolong berapa hari? Saya delapan hari, biasa tamu bulanan. Tidak terasa ya sekarang sudah hari ke-17 berpuasa, sedih kalau diingat Ramadan segera berakhir, namun THR belum juga kelihatan hilalnya kualitas puasa kita belum juga meningkat. Duh! Selama bulan Ramadan ini setiap minggunya di hari rabu kantor saya SCTV Tower alhamdulillah selalu mengadakan taklim dengan mengundang ustad maupun ustadzah untuk berceramah selepas dzuhur. Alhamdulillah sekali bukan Mengingat 1/3 dari keseharian kita dihabiskan di kantor? Jika menilik dari judul postingan, 'Rahasia Sukses Raih Rezeqi Berkah Melimpah (Part I)' maka apa yang akan saya tuliskan disini adalah isi dari taklim yang baru saja saya ikuti bersama Ustad Boni Shalehudin yang menggagas konsep SPIRITUAL CAPITAL . Beliau juga menulis 2 buah buku (Sukses Mulia is My Life & Spiritual Capital) yang salah satunya (Sukses Mulia is My Life) masuk dalam rekor MU...

Father's Day: Terimakasih Sudah Merestui Pilihanku

Sindur Binayang's Ritual: My Dad leads us to walk to the wedding chair in my traditional Javanese wedding ceremony Yang aku tau, tangis ayahku pecah di malam hari bersama ibu beberapa jam setelah priaku menyampaikan keinginannya untuk meminangku. Tutur katanya hangat menasehati priaku akan kehidupan setelah pernikahan dan siapa sesungguhnya putrinya. Namun tajam sorot matanya lekat memandangi priaku seolah berkata, 'siapa kamu berani sekali meminta putriku kecintaanku?' Yang aku lihat, ayahku tak henti-hentinya mengusap bulir bening yang jatuh dari peluk matanya manakala hari lamaran tiba. Senyum bersahaja selalu menghiasi wajahnya menyambut keluarga priaku. Bukanlah hal mudah bagi seorang ayah melepaskan putrinya kepada seorang pria. Yang aku dengar, suaranya bergetar hebat kala mengijabkan diriku didepan penghulu, lantas menangis tersedu saat hadirin sekalian mengatakan 'Sah.' Dibalik wajah tegarnya ketika aku menikah, ayah adalah sosok yang paling ...

Puasa Pertama: Kantor Samsat Yang Menguji Kesabaran

Karena puasa bukan hanya perkara menahan lapar dan haus, tapi juga kesabaran diri : Ibu-ibu sebelah : *mencoba mengajak ngobrol* Kok lama ya Dek nomornya acak lagi dipanggilnya. Saya antri dari jam 12 belum juga dipanggil. Mana tutupnya jam 2 lagi selama Ramadhan. Gue : Saya antri dari jam 11an belum juga dipanggil bu. Ibu-ibu sebelah : *diem* 5 menit kemudian ibu-ibu itu dipanggil. Ibu-ibu sebelah : Duluan ya dek... Gue : Iya bu.. *senyum miris* *enggak rela* Dalam hati bilang : 'Sabar Riska... Kamu nunggu jodoh aja sabar, masa nunggu panggilan stnk aja ngedumel'. Keep Calm and Ramadhan Mubarak.