Langsung ke konten utama

Postingan

Dering Telefon Sebelum Interview

Aku lupa tepatnya kapan kejadian ini terjadi. Ini bukan tentangku, bukan juga tentang keluargaku atau teman dekatku. Ini tentang seorang pelamar kerja di kantor tempatku bekerja. Pagi itu sekitar jam 10, aku yang hobi sekali buang hajat di kantor, terburu - buru masuk ke salah satu pintu di dalam toilet. Ada 4 pintu rest room didalam toilet kantorku. Aku ingat, saat itu sepi, tidak ada seorangpun di toilet kecuali aku. Issue - issue horror tentang kejadian di toilet tidak menyuruti semangatku untuk tetap menuntaskan hajat walau dalam hati sebenarnya takut . Tanpa pikir panjang, aku masuk ke pintu nomor 2 dari pinggir. Selang sebentar, 2 orang wanita masuk, 1 diantaranya masuk ke pintu nomor 1 disebelahku, seorang lagi menunggu di westafel sambil bercermin. Menjaga penampilan memang sangat diperlukan saat kamu akan 'mempromosikan' dirimu pada calon kantormu.   Picture by Google "Hallo, iya ibu wa'alaykumsalam, ada apa kenapa ibu menangis?". "Bu?...

Malang, May 2015

Silahkan duduk manis dan ikuti ceritanya. Biarkan aku membawamu ke Timur Jawa, Malang, dan membuatmu mengenalnya lebih dekat.   14 May 2015, pukul 2:42 PM di Stasiun Pasar Senen Jakarta. Aku, seorang temanku, dan tiga sepupuku terburu - buru mengantri untuk pengecekan tiket di pintu stasiun karena kereta kami sudah menunggu dan siap berangkat. Tidak lucu rasanya jika kami sampai ketinggilan kereta mengingat hari itu hari yang ditunggu - tunggu berbulan - bulan lalu. Bukan, bukan tanpa sebab kami terlambat begini. Seorang sepupuku yang membawa tiket kami berlima telat datang dikarenakan hujan. Malang, we're coming... Kami sudah berada di kereta Matarmaja yang akan membawa kami ke Malang. Senja pukul 5:18 PM di sekitar Subang, Jawa Barat membangunkanku dari tidur pulas sesaat setelah kereta berangkat. Kami berlima terpisah tempat duduk, aku berdua Kak Uni bersebalahan, sedangkan tiga lainnya Kak Farah, Liysa, dan Julia bersebrangan duduk dengan aku dan Kak Uni. Tak ada y...

Karena Ketinggian Bukan Ajang Untuk Mencari Perhatian

Dua hari lalu tepatnya tanggal 20 May 2015 karyawan dan karyawati yang cantik & ganteng di lantai 15 gedung SCTV Tower dikejutkan dengan kehadiran seorang aneh yang tiba - tiba berada di atap gedung Senayan City sedang bernarsis ria sambil memegang tongsis. Tau dong tongsis? Euforia tongsis sempat mewabah semua manusis didunia, dari harga ratusan ribu saat pertama kali keluar sampai sekarang hanya 35ribu. Berkat tongsis, kita dimudahkan untuk mengambil view atau pemandangan dibelakang kita sehingga membuat foto jadi lebih menarik walaupun objeknya  jelek . Jadi begini ceritanya, saat sedang ngantuk - ngantuknya asik - asiknya bekerja, kami di lantai 15 dikejutkan dengan manusia berjenis kelamin laki-laki yang membawa tas dan tongsis, berbadan kurus, tinggi dan putih dan kayaknya sih ganteng . Si Mas Narsis ini (selanjutnya kita sebut dengan sebutan ini) berjalan dari titik kanan atap gedung menuju titik paling kiri demi mendapatkan foto yang bagus untuk kepentingan p...

Wishlist

THINGS   Personal Notebook (Done)  Polaroid Camera  DSLR Camera  Mountain Bike  Unlimited Hijabs (On Progress)  Unlimited Shoes (On Progress)  Unlimited Bags (On Progress)  Unlimited Books (On Progress)  A Pet SCHOOL   Finish Bachelor's Degree (Done)  Take A Postgraduate In Language Field   Take A Course In English, Japanese & German WORK Work In IT Field (Done) Work As Civil Servant As My Dad Wanted PLACE Inside : Jogjakarta , Malang , Madiun , Semarang , Surabaya , Pekalongan , Banda Aceh, Belitung, Ternate, Raja Ampat, Bali, NTB , NTT. Outside : Sydney, Japan, India, South Korea, Amsterdam, Istanbul, Vienna, Belgrade, Praha, London, Barcelona, Moskwa, Afghanistan. Mountain : Papandayan , Gede Pangrango, Bromo , Mahameru, Rinjani. TO DO BEFORE I DIE  Write A Book About Anything  Have A Bookstore Or Library  Come To Makkah & Madinah  Play A Guitar Fluently ...

Yang Aku Bisa & Tidak Bisa

Gambar diambil dari tokyotimes.org Kawan, ada yang bisa aku lakukan Ada yang tidak bisa aku lakukan Maka kalian bijaklah menilai Karena tak di semua hal aku lihai Kawan, ada yang bisa aku katakan Dan ada pula yang memang harus ku sembunyikan Maka kalian pandailah mengerti Karena tak semua hal harus ku bagi Teman, ada kalanya aku serba tahu Ada kalanya aku juga kurang ilmu Maka kalian genggamlah jemariku Berjalan bersisian saling berguru Teman, ada kalanya aku ringan membantu Pun ada kalanya aku sangat angkuh Maka kalian janganlah mengeluh Nasehati & beritahu aku saat kalian tak setuju S ena ya n, Jakarta. 12:03 PM