Langsung ke konten utama

Malang, May 2015

Silahkan duduk manis dan ikuti ceritanya. Biarkan aku membawamu ke Timur Jawa, Malang, dan membuatmu mengenalnya lebih dekat.

14 May 2015, pukul 2:42 PM di Stasiun Pasar Senen Jakarta. Aku, seorang temanku, dan tiga sepupuku terburu - buru mengantri untuk pengecekan tiket di pintu stasiun karena kereta kami sudah menunggu dan siap berangkat. Tidak lucu rasanya jika kami sampai ketinggilan kereta mengingat hari itu hari yang ditunggu - tunggu berbulan - bulan lalu. Bukan, bukan tanpa sebab kami terlambat begini. Seorang sepupuku yang membawa tiket kami berlima telat datang dikarenakan hujan.
Malang, we're coming...

Kami sudah berada di kereta Matarmaja yang akan membawa kami ke Malang. Senja pukul 5:18 PM di sekitar Subang, Jawa Barat membangunkanku dari tidur pulas sesaat setelah kereta berangkat. Kami berlima terpisah tempat duduk, aku berdua Kak Uni bersebalahan, sedangkan tiga lainnya Kak Farah, Liysa, dan Julia bersebrangan duduk dengan aku dan Kak Uni. Tak ada yang bisa kami lakukan didalam kereta yang menjadi tempat istirahat kami selama 16 jam ke depan. Rasa lapar membuatku membuka mata, lantas membeli nasi ayam kepada penjual makanan didalam kereta., lalu makan, lalu tertidur lagi setelahnya.

Akhirnya, pukul 10:24 PM kami tiba di Semarang. Tak tahan duduk terus membuatku dan Kak Uni keluar kereta saat berhenti di stasiun Semarang Tawang ini. Konyol memang, demi untuk selembar foto di stasiun Semarang Tawang ini membuat aku dan Kak Uni hampir ketinggalan kereta kami. Tapi untungnya nasib baik masih berpihak pada kami. Alhamdulillah.

Malang, here we are! Berpose didepan Stasiun Malang Kota Baru menjadi kewajiban buat kami sebagai kenang - kenangan nantinya bahwa kami pernah menjejakkan kaki di stasiun ini. Please, abaikan muka kusam dan kelelahan kami.

Sesampainya di Malang, kami dijemput dengan buss pariwisata menuju sebuah pusat oleh - oleh. Disepanjang jalan menuju Pusat Oleh - Oleh Brawijaya, kami disungguhkan dengan pemandangan apik Kota Malang dengan jalan - jalannya yang rapih & bersih. Sepanjang kepala menoleh kiri - kanan tampak bangunan Universitas - Universitas kenamaan di Malang, satu yang paling bagus bangunannya & aku ingat, Universitas Islam Negeri Malang.

Woohooo! Inilah selfie pertama kami berlima setelah mandi & bersih - bersih di Malang. Penginapan kami terletak di daerah Batu, hanya perlu berjalan 2 menit untuk menuju BNS, Batu Night Spectacular dan Batu Zoo. Sayang, kami hanya sempat ke BNS mengingat waktu dan dana yang terbatas.
Dan inilah tiket masuk BNS dan Lampion Garden didalamnya. Sengaja kami abadikan sebagai kenang - kenangan.

This is it, Batu Night Spectacular (BNS) Malang!
Berpose didepan pintu masuk sebuah tempat wisata sudah menjadi keharusan setiap kali kami berwisata ke suatu tempat. Bukan... Bukan untuk ajang pamer. Hanya untuk mengingatkan diri sendiri bahwa setidaknya kami pernah menginjakkan kaki disana.

Anyway, selamat menikmati foto -foto dibawah ini. Dimana kesemua fotonya diambil saat kami berada di BNS. Aku & Kak Uni sempat menaiki sebuah wahana, Sepeda Gila namanya. OMG jangan ditanya seberapa histerisnya aku saat menaiki wahana itu. Turun dari Sepeda Gila, wajahku pias, pucat & langsung muntah seketika. Boom!











Puas bermain & berfoto di BNS, kami bergegas ke Pasar Tumpang menunggu jeep yang akan membawa kami ke Bromo untuk melihat sunrise.


Apa yang mencolok dari kedua foto diatas? Wajah lelah & berminyak kami? Oh jangan ditanya kalau hal itu. Lipstick merah kami? 100 buat kamu! Kedua foto diatas diambil kira - kira menjelang dini hari. Dengan wajah carut marut kami tetap mengabadikan moment menunggu jeep berjam - jam yang akan membawa kami ke Bromo. Lipstick merah menyala menjadi penyelamat! Thanks lipstick... Kau membuat wajah kami setidaknya terlihat lebih segar. HAHAHA




Seruni Point! Here we are! Penanjakan Seruni Point ramai sekali subuh itu. Ratusan orang menyiapkan gadget terbaiknya untuk menangkap kemunculan sang surya. Sayang, yang ditunggu - tunggu malah mengecewakan kehadirannya. Kemunculan sang surya pagi itu tidak se-spectacular kemunculan sang surya saat aku mendaki di Gunung Papandayan, Garut. Matahari Bromo malu - malu ragu menampakkan dirinya, membuat keluhan dan desahan panjang kami semua yang subuh itu berjalan terkantuk - kantuk, ditemani dengan kuda - kuda bromo dan kotorannya yang membuat udara pagi tercemar.

Selesai melihat sunrise di Penanjakan  Seruni Point, kami bergegas kembali ke jeep untuk kemudian menuju Kawah Bromo, Padang Savana, & Bukit Teletubbies. Siapkan sunblock, masker & kacamata hitam untuk kalian yang berencana kesana! Demi Tuhan... Bromo saat itu seperti oven & kami didalamnya seperti terpanggang hidup - hidup. Tapi memang dasarnya kami banci kamera narsisnya selangit, tak perduli udara sepanas apapun kami tetap rela turun dari jeep berpanas - panasan demi mengabadikan foto diri dengan latar Bromo yang manis.

















Sampai jumpa lagi, Malang...

Komentar