Featured Article
Latest Post

April 16, 2015

Yang Aku Bisa & Tidak Bisa

Gambar diambil dari tokyotimes.org

Kawan, ada yang bisa aku lakukan
Ada yang tidak bisa aku lakukan
Maka kalian bijaklah menilai
Karena tak di semua hal aku lihai

Kawan, ada yang bisa aku katakan
Dan ada pula yang memang harus ku sembunyikan
Maka kalian pandailah mengerti
Karena tak semua hal harus ku bagi

Teman, ada kalanya aku serba tahu
Ada kalanya aku juga kurang ilmu
Maka kalian genggamlah jemariku
Berjalan bersisian saling berguru

Teman, ada kalanya aku ringan membantu
Pun ada kalanya aku sangat angkuh
Maka kalian janganlah mengeluh
Nasehati & beritahu aku saat kalian tak setuju

Senayan, Jakarta.
12:03 PM

April 06, 2015

Ditolak PMI Sakitnya Tuh Dijari

Tepatnya, 01 April 2015 lalu Senayan City bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) mengadakan donor darah dengan tema 'Give Blood Save Lives' yang bertempat di The Hall Lantai 8 dari Mall Senayan City sendiri. Saya sendiri mengetahui hal ini dari poster pengumuman di kantin kantor saat turun makan siang. Karena lokasi mall yang bersebelahan dengan kantor bagaikan bayi kembar siam, jadilah saya & beberapa teman kerja dengan senang hati bersedia menjadi pendonor.

Tepat pada hari H sehabis makan siang kami semua turun lantai menuju mall sebelah. Ramainya minta ampun. Karena selain acara donor, juga diadakan acara hiburan dengan bintang tamu para stand up comedian. Entah jam berapa para comedian itu melawak, yang pasti saat kami kesana sudah tidak ada acara lawak - lawakan. Beberapa teman sekantor yang sudah lebih dulu mendonorkan darah memberitahu tahu bahwa diberikan power bank gratis bagi setiap pendonor. Wow! Lumayan kan? Niat ikhlas mendonorkan darah seketika bercampur dengan iming - iming power bank setelahnya. Maaf kami Ya Allah... Kami tetap karyawan kantoran yang suka dengan segala sesuatu yang berbau gratis walaupun kata orang kantor kami sering dipenuhi artis. (Apa hubungannya!)

Singkat cerita, kami ber-6 dengan seorang cowok pergi kesana dan mengantri untuk diperiksa kelayakan kondisi kami. Sayang sungguh sayang, niat baik 4 dari kami ditolak oleh PMI, sedang 2 diantaranya lolos test & bisa mendonorkan darahnya. Mengapa? Kami ber-4 tidak lolos test pertama. Bayangkan! Baru test pertama saja sudah tidak lolos! Sungguh kondisi tubuh yang memalukan! (Oke ini lebay). Jadi, sebelum darah kami diambil, kami di test dulu kadar Hb-nya (hemoglobin). Kadar Hb wanita dewasa normal 12,5 gm/dL, sedangkan kami kurang dari itu. Sedihnya, dari 4 diantara kami, kadar Hb saya yang paling rendah yaitu hanya 10,2 gm/dL saja. Entah hal ini disebabkan karena saya dalam kondisi haid saat itu, atau memang karena saya resmi jadi penderita anemia sejak 3 bulan terakhir. Entahlah...

So, please PMI, jangan tolak kami lagi lain kali. Kami akan berusaha lebih sehat agar kamu mau menerima cinta darah kami. Halah!

Jari - jari yang terluka berdarah karena ditolak PMI


Tetap exist meski jari teriris




Maafkan jika pose kami hampir sama semua

The Rempong In Action

Sudah menjadi kebutuhan pokok seperti kebutuhan akan berkelompok atau biasa kita sebut dengan istilah "Genk". Yap! Sebut saja "The Remponk", genk yang satu ini bukan sembarang genk. Genk ini disatukan bukan lantaran kesamaan hobi, kesamaan tempat menuntut ilmu, ataupun kesamaan lokasi kerja seperti genk pada umumnya, genk ini disatukan dengan alasan yang sederhana sekali: Karena kami masih bersaudara.

The Remponk terlahir begitu saja dari cikal bakal rumpi & curhat - curhat no gossip di kantor sepupu - sepupuku. Mereka memang sekantor, tapi personel lainnya beda kantor. Keseringan berbagi rasa, asa, suka & duka menjadikan kami semakin akrab & bersepakat membuat sebuah genk. Bingung memilih nama apa, dicetuskanlah nama "The Remponk" karena kami memang cewek - cewek extra ribet. Bayangkan, untuk liburan seminggu di Jogjakarta saja kami membawa sekoper besar yang berisi semua isi lemari kami. Itu pun belum termasuk jinjingan - jinjingan kecil yang isinya entah apa.

Selain identik dengan keribetan & berisiknya, genk ini juga identik dengan ke-jomblo-annya. Begitulah pemirsa. Hampir 90% anggota genk ini jomblo. Dua orang diantaranya sudah menikah, 1 lainnya sedang mempersiapkan pernikahan & sisanya sedang sibuk mencari jodoh berkarir. Genk kami selalu 'exist' dimanapun kami berada, terlebih saat menghadiri acara pernikahan anggota keluarga. Kostum sewarna & make up yang beda dari biasanya menghiasi penampilan kami saat menghadiri acara penting. Itu kenapa kami selalu jadi pusat perhatian di setiap acara. Genk ini beranggotakan kurang lebih 10 orang yang kesemuanya bersaudara, berlokasi nongkrong paling sering di Monas karena gratis mudah dijangkau dari lokasi kantor kami yang saling berjauhan, juga mempunyai hobi karokean & kulineran. Kalau sudah karokean, kami bisa pulang sampai jam 3 pagi saat weekend! Tapi tunggu dulu. Tentu saja hal itu sudah mendapat ijin dari orangtua kami. Walaupun hobi kulineran, ukuran tubuh personel genk sangatlah tidak merata. Ketua genk dengan badan gemuk berisinya sexynya, beberapa lainnya dengan badan ideal, dan sisanya. termasuk aku, dengan badan kurus langsingnya. Ya begitulah kami, sesuai namanya "The Remponk" ribet, repot, berisik, rusuh, tawa, canda, & keseruan selalu identik dengan kami.

Nongkrong cantik di Monas akhir 2014 lalu

Di acara nikahan abang sepupu Maret 2015






Di acara nikahan salah satu personel genk Desember 2014

Sore Ceriwis Bersama Pocky Gratis

"Selamat sore semuanya... Siapa yang suka Pocky? Siapa yang mau Pocky Gratis?"
Sontak semua kepala di lantai 15 Gedung SCTV Tower yang semula tertunduk bungkuk menatap laya monitornya masing - masing seketika mencari arah suara dan tersenyum. Bagai gula tumpah dan semut - semut langsung mengerubungi, seperti itu juga kurang lebih keadaan sore itu. Dua mbak - mbak SPG Pocky yang kostumnya seperti personel JKT 48 langsung sumringah melihat targetnya kena sasaran. Ya!

Karena Yang Gratis Selalu Bikin Suasana Jadi Ceriwis

Siapapun orangnya, entah anak kecil, pelajar, pekerja, sampai pengusaha sekalipun selalu senang jika diberikan sesuatu secara gratis. Akui saja, yang gratis emang lebih nikmat. Apalagi kalau itu jenisnya mengeyangkan. Seperti kami, karyawan cantik & ganteng yang selalu kelaparan di kala sore menjelang, tiba - tiba di kejutkan dengan kedatangan mbak - mbak Pocky yang dengan riangnya membagikan barangnya Pockynya secara cuma - cuma. Setiap meja mendapat jatah 1 Pocky! Tapi apa mau dikata, kebanyakan meja sudah kosong sore itu, entah pemiliknya sedang cuti, tidak masuk, atau sedang diluar kantor, yang pasti setiap dari kami yang beruntung mendapatkan 2 jatah Pocky. Aku pun juga, teman sebelah mejaku sudah resign beberapa hari lalu, jadilah jatah Pocky dia masuk ke dalam tasku.




Maret 12, 2015

CLOUDY

Puisi kacangan ini dibuat secara spontan saat aku duduk termenung di meja kerjaku menatap keluar. Tidak lebih dari 10 menit, aku yang memang di kantor duduk di pinggir dekat jendela, merasa beruntung karena bisa memperhatikan langit dengan seksama setiap kali aku menolehkan kepala ke kiri. Ya, entah langit sedang ceria atau sedang durjana, aku selalu suka mengamati langit dan perubahannya di waktu sore. Kenapa sore? Karena saat sore biasanya pekerjaanku sudah sedikit berkurang. Tapi maaf, foto langit di bawah ini bukan hasil jepretanku sendiri, kameraku tidak cukup bagus untuk mengabadikan indahnya langit yang sedang berancang - ancang berubah sepi. Aku mengambil foto ini dari google tentu saja, aku cari yang sedemikian miripnya dengan suasana saat puisi ini hadir tanpa disadari. Dan ya, memang suasana langit ini erat kaitannya dengan suasana hati, itu mengapa ada sedikit curhat colongan ungkapan hati dibait - bait terakhirnya.


Tak akan ada matahari jingga mendekati
Jika awannya bermuram durja begini
Tak akan ada langit merah menyelimuti
Jika awannya gelap mencekam seperti ini

Juga tak akan ada pemburu sunset
Jika mataharinya ngumpet
Pun takkan tersenyum penggila sunset
Jika yang dinantinya tertutup rapet

Oh Tuhan Sang Maha Pengatur
Sebagian langit cerahku hari ini mundur
Mengalah pada si kelabu yang datang gagah teratur
Menyisakan dingin dan gelap yang kini melebur

Tuhan, bagaimana ada rasa cinta
Jika ia hanya tertawa saat ku bilang suka
Bagaimana pula ada rasa rindu
Jika ia hanya terpaku saat ku tatap syahdu

Tuhan, bagaimana bisa Kau tidak mengamini?
Sedang Engkau pula yang menumbuhkan rasa di hati
Ah Tuhan, bagaimana mungkin Kau tidak menyetujui?
Sedang aku sudah sepenuh hati menggilai

Translate

Popular Posts