Featured Article
Latest Post

April 27, 2016

I'm Officially Mrs. Hari Styioko

Lebih dari setahun yang lalu, disebuah kantor di Jalan Pos Pengumben, ada seorang pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis aneh-tapi-nyata dihadapannya yg sedang bertugas menemani atasannya. Saat itu, pria ini belum berani mendekati si wanita, katakanlah dia masih trauma akan masa lalunya.

Bulan demi bulan berlalu, dengan kepercayaan diri yg tinggi sang pria berhasil mendapatkan nomor kontak dan pin blackberry messenger si wanita. Mereka mulai menjalin komunikasi walau tidak intens. Sang wanita tau pria ini bermaksud mendekatinya, namun karena pikiran 'remaja'nya dia hanya menanggapi ala kadarnya, tidak serius.

Sampai pada suatu hari, mereka akhirnya sepakat menjalin asmara.

Hubungan yg mereka jalin bukan tanpa halangan. Emosi, drama, dan sifat kekanak-kanakan sang wanita, juga sifat cuek dan tidak romantis sang pria mewarnai kehidupan asmara mereka. Setiap wanita pasti menginginkan prianya romantis, bukan? Begitu pula sang wanita saat itu.

Tapi tidak, mereka berdua bukan ABG kemarin sore yang ketika masalah datang lantas dengan mudahnya memutuskan hubungan begitu saja. Walau yang kontra dengan hubungan mereka tidak sedikit, namun yang merestui juga tak kalah banyak. Hingga akhirnya mereka memutuskan menikah.

Saat memutuskan untuk menikah, godaan dan cobaan bukannya berkurang, malah bertambah. Coba tanyakan saja pada para calon pengantin diluar sana. Kesabaran dan kedewasaan di uji sedemikian rupa dalam mempersiapkan pernikahan. Drama dua keluarga, pembatalan vendor yang seharusnya sudah deal, undangan yang tidak sesuai dengan pesanan, omongan orang diluar, hingga godaan lawan jenis yang lebih menarik daripada pasangan silih berdatangan.

Namun benar kata orang, hal - hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu, bukan?

Dan disinilah mereka sekarang, memilih untuk berbagi hidup bersama selamanya.

Every love story is beautiful, but ours is my favorite, Mas Hari Styioko.

Januari 27, 2016

REVIEW: My First Time Traveling With Airbnb

Hello bloggers! Howdy?
Udara sangat dingin sekarang di lantai 15 gedung SCTV Tower Senayan City padahal diluar tidak hujan. Alih - alih mengerjakan pekerjaan kantor, saya tertarik untuk menuliskan pengalaman pertama saya menggunakan Airbnb. Tidak, saya tidak korupsi waktu saat bekerja, saya menulis ini karena memang sudah tidak ada lagi pekerjaan di hari ini.

So, do you ever try traveling with Airbnb?
Sudah pernah bepergian menggunakan Airbnb?

Airbnb disini bukanlah sebuah situs penyedia tiket perjalanan, melainkan sebuah situs penyedia jasa penginapan. Entah itu sebuah rumah tinggal yang kita sewa seutuhnya, ataukah hanya sebuah kamar di sebuah rumah. Pertama kali saya mendengar tentang Airbnb adalah ketika keadaan mengharuskan saya mencari sebuah rumah tinggal yang akan kami gunakan untuk berlibur selama 4 hari di Bandung. Sebuah rumah yang selain harga sewanya harus pas dikantong 8 anak manusia sok tahu ini tapi juga dekat pusat kota dan harus nyaman. Banyak maunya ya? Emang. Searching sana, searching sini, akhirnya ketemu juga sama Airbnb.

www.airbnb.com

Situs Airbnb mengharuskan kita mendaftar terlebih dahulu jika ingin menginap ataupun menghubungi pemilik penginapan. Anda bisa mendaftar menggunakan akun facebook atau gmail anda. Saya pribadi mendaftar menggunakan akun gmail. Setalah mendaftar, kita bisa tentukan tujuan dan pilihan penginapan akan langsung terpampang, mulai dari harga paling murah sampai harga paling mahal. Oh ya, ada banyak filter didalam pencarian ini, sepeti Room Type (seluruh rumah, perkamar atau berbagi kamar dengan pemilik penginapan), Price Range and many more. Kurang lebih seperti ini:

Dipilih Sist...

Lihat sana - lihat sini...
Akhirnya pilihan saya jatuh pada rumah ini:

Mr. Indrayadi's house

Awalnya memang, saya agak - agak kurang yakin pakai Airbnb ini. First time sist! Perasaan takut ketipu pasti ada, takut tidak sesuai pictures-nya, dan seribu ketakutan lainnya. Apalagi banyak omongan miring di internet perihal pengalaman pertama mereka yang kurang menyenangkan menggunakan Airbnb. Tambah parno sist! Dalam hati terus mikir :

Is Airbnb Safe?

Seperti kata website ini, pertama - tama pastikan bahwa account Airbnb dari owner penginapan yang kalian pilih sudah terverifikasi. Verifikasi disini bermacam - macam, bisa menggunakan facebook, email google, nomor handphone, linkedin, dan terakhir scan ID kita. Bisa berupa KTP, atau passport. Semakin banyak verifikasinya, akan semakin meyakinkan. Begitu juga halnya dengan account kita, lakukan verifikasi sebanyak mungkin agar owner penginapan juga percaya dengan kita. Kedua, jangan malas membaca. Baca review - review dari penginapan yang kamu incar. Bagaimana kesan dari tamu lain yang pernah menginap disana, bagaimana tanggapan pemilik penginapannya terhadap hal tersebut.

Tapi sist, kalau penginapan itu belum ada reviewnya satupun bagaimana?
Apa bisa dipercaya?

Jawabannya: Bisa.

Penginapan Bapak Indrayadi ini yang saya singgahi saat liburan akhir tahun lalu, belum ada review satupun tertulis disana. Saya bertanya - tanya, belum adakah yg pernah menginap disana sebelumnya? Mengapa? Apakah ini benar? Karena ragu, akhirnya saya mengontak pemiliknya lewat fitur message yang disediakan Airbnb. Alhamdulillah, setelah beberapa kali berkirim pesan, saya percaya dan merasa yakin. Tanggapan pemilik penginapan atas pesan yang kita ajukan berperan penting disini. Beberapa kali saya mengontak pemilik penginapan di Airbnb, ada yang super ramah, ada yang ramah, ada yang baik sekali, ada yang jutek, ada juga yang harganya ternyata melenceng dari harga yang ia tetapkan di Airbnb. What the hell are you doing? Jualan kok nggak konsisten.

Percakapan dengan pemilik penginapan. Ssssttt, cari yang ramah kayak gini.

Setelah mengontak pemilik penginapan dan pemilik penginapan sudah setuju, mereka akan memberikan pre-approved atau bahasanya kekiniannya dibooking dulu, supaya apa? Supaya orang lain tidak bisa memesan  ditanggal yang sudah kita ajukan. Oh ya, jangan lupa untuk memastikan segala fasilitas yang ada di iklan penginapan tersebut. Jangan malu untuk bertanya pada pemiliknya. Tanyakan juga, apa yang dilarang dan apa yang diperbolehkan. Jadilah tamu yang memberi kesan baik pada tuan rumah.

Terakhir, lakukan pembayaran setelah diberi pre-approved. Pembayaran disini tidak bisa melalui Transfer ATM, atau COD kamu pikir online shop di instagram, pembayaran di Airbnb menggunakan CC atau Credit Card atau kartu kredit. Mata uang yang digunakan adalah Euro (€), bukan dollar ($) ataupun Rupiah (Rp). Jadi, silahkan gunakan google untuk meng-convert  total pembayaran kalian dari ke Rp.

Setelah bayar, kita tidak perlu melakukan upload bukti bayar, kita tinggal memastikan ke Bank tempat kartu kredit kita dibuat, lalu tanyakan apakah ada tagihan baru dari Airbnb, setelah ada, berarti pembayaran sukses dilakukan. Selanjutnya, system Airbnb akan secara otomatis mengenerate receipt pertanda pembayaran kita sudah diterima. Kurang lebih seperti ini:

Bukti penerimaan pembayaran (receipt)

Setelah itu apalagi?
Let's see your trip details! Segala perintilan perjalanan kamu tercantum disana. Seperti ini wujudnya:

My travel itinerary

See?
Mudah kan booking penginapan di Airbnb?
Memang, tidak semua orang memiliki pengalaman menyenangkan mem-booking penginapan dengan Airbnb, juga tidak semuanya buruk. Maka dari itu, cermat lah memilih mana yang baik dan sekiranya tepat untuk anda. Be a smart guest, dude!

Desember 21, 2015

REVIEW: My Holy Grail Apps (iJakarta)

Apa yang terlintas dipikiran kalian saat mendengar 'iJakarta' ?
Nama tempat wisata di Jakarta? Bukan.
Nama makanan khas Jakarta? Bukan.
Nama angkutan umum terbaru di Jakarta? Bukan juga.
Jadi, apa itu iJakarta?

iJakarta Apps
Welcome Screen iJak Apps

iJakarta adalah perpustakaan digital Jakarta yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Oktober 2015 lalu. Menurut Ahok, tujuan diluncurkannya iJakarta supaya seluruh warga bisa mengakses buku - buku yang berkualitas secara mudah dan cuma - cuma'. Well, good jobs, Mr. Ahok, saya sebagai salah satu anak Jakarta yang hobi membaca namun tidak hobi membeli buku sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Saya serius.

Beberapa novel yang saya incar di Gramedia ternyata tersedia di iJakarta, sebut saja Critical Eleven dari Ika Natassa, Bulan  (Seri kedua dari Bumi) dan Kumpulan Puisi 'Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta dari Tere Liye, Bilang Begini Maksudnya Begitu dari Sapardi Djoko Damono, Bulan Terbelah Di Langit Amerika dan Berjalan Diatas Cahaya dari Hanum Rais, juga banyak lagi novel juga buku didalamnya yang dikategorikan dalam buku pelajaran sekolah, perkuliahan, ilmu pengetahuan umum, biografi, serta buku - buku populer lainnya yang semuanya tentu bisa diakses secara GRATIS. Kenapa bisa gratis? First, thanks to Pemprov DKI Jakarta karena Pemprov DKI Jakarta sudah membelinya seharga Rp 1,2 Milyar dengan menggandeng beberapa penerbit ternama seperti Gramedia Pustaka Utama, Miza, Elex Media Komputindo, Gramedia Widiasarana Indonesia, Erlangga, Agro Media Group, Bhuana Ilmu Populer, Penerbit Kanisius, UGM Press, UNS Press, dan konco - konconya, pun terima kasih juga kepada PT Woolu Aksara Maya, Bapak Sulasmo dan timnya yang sudah bekerja keras membuat aplikasi ini selama 4 bulan lamanya. *Terharu* *PelukSatu-satu* *LaluMintaDiRekrutJadiProgrammerAndroidnya*

Recommended Books by iJak


User Info

Mengusung tagline 'Membaca Semakin Mudah' aplikasi ini mensyaratkan harus 'login' terlebih dahulu dengan membuat akun melalui akun facebook kita ataupun melalui email. Saya pribadi menggunakan facebook saat membuat akun iJakarta. Terhitung sudah genap sebulan saya menggunakan aplikasi iJakarta ini sejak melihat postingan salah seorang teman sesama blogger tentang iJak. Awalnya penasaran, tapi juga curiga, jangan - jangan ini hanya aplikasi biasa yang menyediakan buku layaknya di google play tapi harus bayar, tapi ternyata oh ternyata...

Holy grail iJakarta!
Semua kebutuhan saya akan novel dan buku - buku baru nan gratis membaca tersedia disini. iJak dibuat layaknya perpustakaan pada umumnya, kita bisa meminjam buku perhari maksimal 3 buku dengan masa pinjam 3 hari, 7 hari, atau bahkan sebulan, tergantung e-pustakanya *SenyumLebar*. Jika buku tersedia, kita bisa langsung mengunduhnya untuk kemudian bisa dibaca dalam posisi offline sekalipun (tidak terhubung internet). Jika masa pinjamnya habis, buku atau novel akan dengan sendirinya hilang dari daftar Rak Buku Pinjaman kita. Namun jika buku belum tersedia alias sedang dipijam oleh pengguna iJak yang lainnya, kita harus mengantri, saat buku kembali tersedia iJak akan memberikan notifikasi bahwa buku yang-anda-masuk-antrian-untuk-membacanya sudah tersedia.

Daftar Buku Yang Dipinjam

Antrian buku saya

Riwayat peminjaman novel buku

Notifikasi dari iJak

Setiap buku atau novel yang selesai dibaca, tersedia fitur 'vote' dengan memberi bintang pada novel tersebut, kita juga bisa memberi ulasan atau review untuk novel yang sudah kita baca guna memudahkan pembaca berikutnya tentang isi novel tersebut.

Ulasan yang saya buat untuk 'Critical Eleven' by Ika Natassa

Oh ya, sesama pengguna aplikasi iJak ini juga bisa berinteraksi. Kita bisa saling mem-follow layaknya twitter untuk kemudian saling tahu novel - novel apa yang sudah pernah dipinjam oleh teman kita *KEPO* *KepoItuBaik*. iJak juga melengkapi fitur 'messaging' untuk sesama penggunaknya guna berinteraksi lebih private.

Untuk yang hobi membaca khususnya e-book, iJak ini sunggulah angin segar untuk saya kita semua. Desain aplikasi yang eye catching juga tulisan didalamnya yang proporsional (tergantung ukuran gadget kamu juga sih, saya pakai smartphone yang 5 inchi) memudahkan kita membaca tanpa harus menyipit - nyipitkan mata. iJak pas sekali menemani para jomblo ngenes yang nggak punya acara keluar book worm saat bersantai ria dirumah, cocok untuk anak - anak sekolah yang sudah ijinkan oleh orangtuanya memegang gadget sendiri daripada cuma mainan facebook atau game online melulu, juga teman yang enak saat meluruskan badan sepulang kerja *CurhatPengalamanSendiri*.

So, tunggu apalagi, segeralah download iJakarta di gadget anda!
*Uhuk*