Featured Article
Latest Post

Desember 10, 2014

Kebiasaan Kita Orang Indonesia




Desember 04, 2014

Sambil Menunggu Jam Pulang Kantor

Sore guys!
Apa kabar?
Anyway mau posting puisi yang aku buat sambil menunggu jam pulang kantor. Sempat terlupakan juga pernah buat puisi ini sampai salah seorang teman memujinya dengan mengatakan betapa kreatifnya diriku bisa membuat puisi sambil menunggu jam pulang kantor. Dita namanya, teman kuliah 4 tahun. Teman SMP sebenarnya cuma dulu lupa - lupa inget pernah punya teman SMP kayak dia. Hahahahaha, just kidding, ta. :p


Ini kata Dita:

  


Dan ini puisi buatanku, langsung di capture saja ya lagi malas ketik ulang:


Aku sendirinya lupa sebenarnya pernah buat puisi itu. Saat bingung harus berbuat apa sambil mengisi waktu luang menunggu jam pulang kantor, lalu aku melihat awan diluar jendela yang memang mendung lalu cerah kembali saat sorenya, komputerku sedang menampilkan profil Google+, ditambah perasaan yang memang sedang tak menentu saat itu, jari - jemari seketika lincah bergerak diatas keyboard, dan voila! Jadilah puisi tersebut. Bagaimana menurutmu? Bagus atau tidak? Terlepas dari bagus atau tidak, aku memang terbiasa mengekspresikan perasaanku lewat tulisan. Aku lebih suka seperti itu daripada harus berbicara terus terang. Maklum, aku seorang introvert.

November 13, 2014

Firasat


Kamis gerimis
Kamis kelabu
Kamis menangis
Kamis yang sendu

Sedari pagi awan hitam terus memayungi. Gelap, biru, murung, sedih, syahdu, begitulah rasanya, Tak ada senyum sapa semangat seperti setiap harinya. Beberapa orang mungkin menyadari perubahanku. Tidak, ini bukan badmood. Aku pun tidak tahu apa namanya. Seperti ada yang salah, ada yang kurang, ada yang tak semestinya.

Firasat ini
Rasa rindukah ataukah kedamaian
Aku tak perduli
Ku terus berlari


Berbicara soal firasat, aku terbiasa beberapa kali mengalaminya. Perasaan itu datang bergitu saja, secara tiba – tiba menusuk ke dalam kalbu. Menetap, bertahan, membuat hati tidak nyaman. Apa yang bisa ku lakukan selain berdoa dan memohon perlindungan Tuhan untuk diriku dan orang – orang yang ku sayangi? Tapi sungguh. Tetap saja perasaan tidak enak itu masih bercokol lama di hati.

Mungkinkah rindu
Atakah hanya perasaan sedih tak menentu
Menyisakan kamu selalu dipikiranku
Membuat langkahku ragu merapuh

Pernah aku beberapa kali mendapat firasat untuk 2 lelaki yg ketika itu sangat dekat denganku. Aku tidak terlalu menanggapinya, aku pikir mungkin hanya karena aku sedang rindu. Ini cerita tentang firasatku pada seseorang nun jauh di Jogja sana. Kami sudah berpisah sekitar 3 bulan, setelah itu kami lost contact karena memang kami berjauhan, dia di Jogja aku di Jakarta, suatu hari aku teringat dia, aku terus memikirkannya dengan berkata dalam hati, “Ini kenapa? Dia kenapa?” Aku pikir, “Ah mungkin hanya rindu.” Tapi perasaan tidak enak tentang dia berlanjut hingga 2 hari kedepan, sangat tidak nyaman, aku merasa ada yg salah dengan dia. Ku coba stalking media sosialnya tapi sepertinya dia baik – baik saja. Beberapa jam kemudian benar saja, kabar dari teman mengatakan bahwa dia kecelakaan motor dan meninggal. Firasat tidak enakku tentangnya itu benar adanya, bukan hanya sekedar rindu semata. Dia pergi, & aku baru mengetahuinya 2 hari setelahnya.

Kedua kalinya, ini terjadi sebulan lalu. Firasat tidak enak tiba – tiba menghampiri lagi. Masih sama, tentang seseorang yg pernah hadir sebagai pacar dulu. Sudah lama berpisah, tiba – tiba aku teringat dia, sangat tidak nyaman, berdoa untuk keselamatannya tapi tetep saja terus teringat. Aku pikir mungkin karena aku  sedang rindu dia saja. Ku acuhkan perasaan itu. Tapi perasaan itu berlanjut hingga berminggu – minggu, tidak berani bertanya kabar aku hanya men-stalking media sosialnya. Benar saja, dia sedang berduka. Ayahnya meninggal. Aku langsung menghubunginya & mengucapkan belasungkawa. Firasat tidak enak tentangnya ternyata bukan hanya rindu belaka, melainkan sebuah tanda yg memberitahu bahwa dia sedang dalam kesedihan yg luar biasa.

November 06, 2014

Sunset and Mind

 
5:06 PM 
 
5:06 PM
 
5:22 PM
5:22 PM
 
5:23 PM
5:24 PM
 
5:27 PM
 5:27 PM

Dear You.

It is early November 2014, and me, I watched the fading sun sink lower from 15th floor window of my hectic-bored office. My workstation, near the window, I liked to sit here in the evenings, staring outside, let my thoughts wander. That was how I relaxed, a routine I've been doing since I worked here.

I especially like to look at the sun and their reflections in my table. Sunset view from 15th floor SCTV Tower is beautiful in many colors: yellow, gold, orange, red, their dazzling colours glowing with the sky around.

I open my blog site, begin to write, start remembering things about you, your smile, your smell, your laugh, the way you talk, the way you think, the way you angry or anything about you, thinking how much I missed you.

I know it isn't easy to explain.
I lowered my head, turning away from the sun, and pray silently for the strength I know I will need because of this feeling.

November 04, 2014

Berkunjung Ke Pameran

Siang bloggers!
Untuk menghindari kantuk yang luar biasa ini, maka ada baiknya saya mengerjakan sesuatu. Well, karena sedang tidak banyak kerjaan, jadilah saya menulis di blog ini saja guna menahan kantuk yang membabi buta ini.

Tepatnya hari minggu kemarin, 02 November 2014, saya dan dua orang teman, Ratih & Dita mengunjungi pameran di Gelora Bung Karno Senayan. Niat hati hanya mengunjungi pameran buku, Indonesia International Book Fair 2014, tapi apa daya dua orang teman saya itu tergoda untuk masuk ke pameran gadget, Indocemtech 2014. Malas sebenarnya masuk ke Indocomtech 2014 itu, mengingat fisik yang sudah lelah & mengantuk, ditambah kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk membeli apapun disana, ingin rasanya langsung pulang saja.

I prefer attending a book fair than the other one.
Sebagai seorang pecinta buku, saya sering menghadiri pameran buku hanya untuk mengetahui buku baru apa saja yang sudah terbit, bertemu penulis, atau sekedar mengikuti talkshow bersama penulis buku tertentu diacara book fair tersebut, tanpa membeli. Bukan apa - apa, saya sangat selektif dalam membeli buku, sekiranya teman atau saudara punya maka saya akan pinjam saja ke mereka. Hanya buku - buku yang sangat saya inginkan yang saya beli, sisanya lebih baik pinjam. Lucu ya? Saya banyak membaca tapi koleksi buku pribadi dirumah tidak banyak. That's life dude! Gunakan prinsip ekonomi dalam segala hal, "Dengan modal sekecil - kecilnya, dapat hasil yang sebesar - besarnya."

Untuk mendukung cerita dari tulisan ini, let's look some pictures below. We took these photos live from the set. Here they are:

1. Indonesia International Book Fair 2014

Susunan Acara Book Fair

 
Main Gate

Hello bloggers! This is us, Dita, Riska & Ratih.

 
Hi! This is me.

Bought a sweet corn.

2. Indocomtech 2014  

 
Posing in front of Indocomtech poster.

Some selfies are good sometimes.

Oktober 28, 2014

Yuk Naik Gunung!


Howdy bloggers?
Well, I'm fine.
Lama tidak menulis di blog ini. Ibarat rumah yang ditinggali cukup lama, mungkin sudah berdebu, cat - catnya sudah terkelupas, pagar - pagarnya sudah karatan. Oleh karena itu, demi ikut memperingati Hari Blogger Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2014 kemarin, maka terciptalah tulisan ini lagi. Bukan hanya karena itu sebenarnya, tulisan ini juga ditulis untuk mengajak segenap kaum muda - mudi untuk ikut turut merasakan keindahan alam nusantara, salah satunya dengan menjadi pecinta alam, naik gunung.

Saya Riska, beberapa bulan belakangan ini sudah menekuni hobi naik gunung. Memang baru hanya Gunung Papandayan di Jawa Barat, Gunung Gede di Bogor (itupun belum sampai puncaknya) yang saya daki, tapi saya berani menyebut diri saya pecinta alam, kenapa? Karena tidak sekalipun saya tergoda memetik bunga Edelweiss saat mendaki gunung. Tidak sedikitpun tangan saya tega memetik bunga abadi dengan warna pucatnya itu untuk kemudian dijadikan oleh - oleh saat pulang naik gunung. Dan saya bangga karena itu.

Sebulan terakhir ini saya sudah bekerja di SCTV Tower, di Nexmedia - TV Kabel SCTV, dimana wanita - wanita disana identik dengan label 'Sosialita.' Mereka para Sosialita mayoritas lebih suka berada diruangan ber-AC duduk - duduk manis di Food Court atau Cafe bercengkrama dengan kolega, percayalah, saat juga pernah seperti itu. Tapi setelah merasakan sensasinya naik gunung, saya berani bilang naik gunung lebih asik daripada sekedar menjadi bergaul menjadi Sosialita atau Fashionista. Agak miris memang, beberapa teman dikantor juga beranggapan bahwa naik gunung itu kegiatan yang sama sekali tidak asik. Capek, kotor, pegal, ribet dan kesusahan semacamnya. Saat pertama kali mendaki Gunung Papandayan, sepanjang perjalanan mendaki dari Camp David menuju Pondok Saladah, saya terus mengeluh betapa tidak menyenangkannya mendaki gunung. Bahkan saya sampai bersumpah, bahwa itu pertama kali & terakhir kalinya saya naik gunung. Tetapi oh tetapi... Saya menjilat ludah sendiri. Sesampainya dipuncak, beban carrier dipundak, dehidrasi yang berlebihan, juga lelah yang teramat sangat, hilang begitu saja. Tergantikan dengan paparan keindahan alam yang menyejukkan mata, menentramkan hati, & tentu saja membuat bibir ini tak hentinya tersenyum & mengucap syukur. Alhamdulillah...

Percayalah, sensasi naik gunung lebih menyenangkan daripada travelling ke pantai, tengah kota atau kemanapun... Udara dingin yang menusuk tulang, hawa panas yang membuat dehidrasi, angin gunung yang membuat siapapun pasti mengencangkan resletting jaketnya, ribuan bintang dilangit saat berkemah di malam hari, api unggun yang menghangatkan tubuh walau hanya sejenak karena apinya tidak tahan lama di udara yang begitu dingin, tawa - canda keberasamaan diantara sesama pendaki, susahnya menanak nasi dengan kompor portable, makan dengan lauk seadanya dengan rasa yang tidak karuan, beratnya carrier di pundak, jalur terjal yang membuat bibirmu harus mencium lututmu, jalur landai - bahkan sangat landai - yang membuatmu harus berhati - hati agar tidak terpeleset, dinginya air sungai yang bisa langsung kamu minum, bau belerang dari kawah yang masih aktif, warna - warni tenda yang indah dipandang, hutan mati, berada diatas awan, dan tentu saja padang edelweiss yang membuatmu mengucap beribu syukur bahwa kamu berhasil melihat bunga abadi itu dengan mata kepalamu sendiri langsung dari lokasi tempat tumbuhnya... Itu semua yang disajikan saat kamu naik gunung, amat sangat berbeda dengan kamu hanya travelling ke pantai, ke gua, ke pusat kota atau kemanapun.

Lihatlah beberapa foto dibawah ini, siapa tahu kamu juga tertarik. Cobalah, rasakan sensasinya mendaki, saya jamin kamu tidak akan rugi!

Matahari pukul 5:30 AM

 Puncak Gunung Cikuray pukul 5:40 AM


 
Istirahat sejenak perjalanan dari Camp David menuju Pondok Saladah

 
Berpose dibelakang kawah belerang yang masih aktif

 
Warna - warni tenda -tenda kami


 
Berpose didepan tenda

 
Makanan seadanya kami

 
Mencicipi makanan

 
Trio kwek - kwek di Pondok Saladah, bersiap menuju Tegal Alun

 
Trio kwek - kwek di Hutan Mati, salah satu pesona keindahan alam lainnya menuju puncak Tegal Alun



 
This is it! Tegal Alun, padangnya bunga Edelweiss, tempat dimana kami melakukan Upacara 17 Agustus 2014 lalu

 We Love Indonesia!



 
Berpose di Tegal Alun sesudah Upacara Bendera. Sekedar tahu, dibekalang kami itu hamparan pohon Edelweiss.



Indah bukan?
Jadi, masih enggak mau naik gunung? Masih bilang naik gunung itu menyusahkan?
Yuk Naik Gunung!

Januari 07, 2014

Happy Birthday, Mas Rio


Tuesday, 07th January 2014
11:43 PM

Dear Mas Rio...
Janggal rasanya ingin mengucapkan 'Selamat Ulangtahun' padamu. Mengirimkan segala doa terbaik semoga kamu panjang umur, lancar receki, cepat lulus kuliah, atau apapun doa semacamnya... Apa yang harus aku rayakan mengingat kamu kini sudah tiada?

Mas, mungkin bukan ucapan ulangtahun yang harusnya aku ucapkan, mengingat umurmu sudah terhenti. Mungkin mengucapkan selamat hari lahir tepatnya. Lihatlah, keluargamu, teman-temanmu, termasuk aku, bersukacita bukan lantaran umurmu bertambah, tapi pada hari ini, 25 tahun yang lalu, seseorang yang baik telah lahir. Seseorang yang telah menginspirasi banyak orang untuk menjadi seperti dia, baik, bersahaja, ringan tangan terhadap teman yang kesusahan, selalu ceria sehingga orang disekitarnya ikut ceria, seorang yang selalu sabar, yang tak sungkan berbagi ilmu tentang apa yang diketahuinya, seorang yang bercita - cita besar ingin memajukan kampung halamannya, Madiun, yang selalu berkeinginan untuk menjadi Superhero, seorang yang begitu mengagumi sosok Bung Karno, yang dengan telaten menceritakan padaku bagaimana idolanya, Bung Karno, sangat memuliakan wanita, seorang yang dengan begitu manisnya hobi berpuisi walaupun itu terkesan norak dan lucu.
Ah Mas Rio....... :')

Doa - doa terbaik selalu dipanjatkan untukku Mas, dariku, juga dari orang - orang yang teramat menyayangimu. Sampaikah itu padamu?

Mas, ijinkanku mengambil petikan lirik lagu ini untukmu:

Takkan pernah habis airmataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku sulit berlabuh

Adakah disana kamu rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan ku tunggu dirimu

Sekali lagi, selamat hari lahir Mas, mungkin umurmu tidak akan bertambah tapi peringatan akan hari lahirmu akan terus dilakukan oleh orang - orang yang menyayangimu.
Titip salam buat Nabi Yusuf As, ya Mas? Menurut kisah yang ku baca, konon katanya beliau sangat tampan. Hehehe. Just kidding, Mas.


PS: Ini untukmu.


Translate

Popular Posts