Featured Article
Latest Post

Mei 22, 2015

Karena Ketinggian Bukan Ajang Untuk Mencari Perhatian

Dua hari lalu tepatnya tanggal 20 May 2015 karyawan dan karyawati yang cantik & ganteng di lantai 15 gedung SCTV Tower dikejutkan dengan kehadiran seorang aneh yang tiba - tiba berada di atap gedung Senayan City sedang bernarsis ria sambil memegang tongsis. Tau dong tongsis? Euforia tongsis sempat mewabah semua manusis didunia, dari harga ratusan ribu saat pertama kali keluar sampai sekarang hanya 35ribu. Berkat tongsis, kita dimudahkan untuk mengambil view atau pemandangan dibelakang kita sehingga membuat foto jadi lebih menarik walaupun objeknya  jelek.

Jadi begini ceritanya, saat sedang ngantuk - ngantuknya asik - asiknya bekerja, kami di lantai 15 dikejutkan dengan manusia berjenis kelamin laki-laki yang membawa tas dan tongsis, berbadan kurus, tinggi dan putih dan kayaknya sih ganteng. Si Mas Narsis ini (selanjutnya kita sebut dengan sebutan ini) berjalan dari titik kanan atap gedung menuju titik paling kiri demi mendapatkan foto yang bagus untuk kepentingan pribadinya. Entah apa visi dan misinya melakukan hal berbahaya tersebut, tanpa safety equipments Mas Narsis ini berpose seolah dirinya sedang berjemur dipinggir pantai dengan badannya dia rebahkan dipinggiran atap, pose lainnya seolah dia sedang berada di puncak gunung, berhasil menaklukan ketinggian tertentu. Hari berikutnya pun begitu, 21 May 2015 si Mas Narsis ini kembali hadir diatap Senayan City untuk mengabadikan dirinya diatas ketinggian lagi.

Oalah Mas - Mas... Situ masih waras opo ndak sih?

Ketinggian itu bukan ajang untuk mencari perhatian, juga bukan hal yang patut dibanggakan demi bisa mendapat pengakuan dari orang sekitar atau mendapat ribuan love di Instagram dan Path. Tidakkah kamu berkaca pada kasus Erri Yunanto yang jatuh tergelincir saat turun dari ketinggian Merapi? Atau malah mau jadi Erri selanjutnya?

Mas... Mas... Nyawamu terlalu berharga untuk dipertaruhkan demi selembar foto!

April 30, 2015

Wishlist



THINGS
  •  Personal Notebook (Done)
  •  Polaroid Camera
  •  DSLR Camera
  •  Mountain Bike
  •  Unlimited Hijabs (On Progress)
  •  Unlimited Shoes (On Progress)
  •  Unlimited Bags (On Progress)
  •  Unlimited Books (On Progress)
  •  A Pet
SCHOOL
  •  Finish Bachelor's Degree (Done)
  •  Take A Postgraduate In Language Field
  •  Take A Course In English, Japanese & German
WORK
  • Work In IT Field (Done)
  • Work As Civil Servant As My Dad Want
PLACE
  • Inside : Jogjakarta, Malang, Madiun, Semarang, Surabaya, Pekalongan, Banda Aceh, Belitung, Ternate, Raja Ampat, Bali, NTB, NTT.
  • Outside : Sydney, Japan, India, South Korea, Amsterdam, Istanbul, Vienna, Belgrade, Praha, London, Barcelona, Moskwa, Afghanistan.
  • Mountain : Papandayan, Gede Pangrango, Bromo, Mahameru, Rinjani.

TO DO BEFORE I DIE

  •  Write A Book About Anything
  •  Have A Bookstore Or Library
  •  Come To Makkah & Madinah
  •  Play A Guitar Fluently
  •  Have A Form Of Investment
  •  Bungee Jumping, Hiking

April 16, 2015

Yang Aku Bisa & Tidak Bisa

Gambar diambil dari tokyotimes.org

Kawan, ada yang bisa aku lakukan
Ada yang tidak bisa aku lakukan
Maka kalian bijaklah menilai
Karena tak di semua hal aku lihai

Kawan, ada yang bisa aku katakan
Dan ada pula yang memang harus ku sembunyikan
Maka kalian pandailah mengerti
Karena tak semua hal harus ku bagi

Teman, ada kalanya aku serba tahu
Ada kalanya aku juga kurang ilmu
Maka kalian genggamlah jemariku
Berjalan bersisian saling berguru

Teman, ada kalanya aku ringan membantu
Pun ada kalanya aku sangat angkuh
Maka kalian janganlah mengeluh
Nasehati & beritahu aku saat kalian tak setuju

Senayan, Jakarta.
12:03 PM

April 06, 2015

Ditolak PMI Sakitnya Tuh Dijari

Tepatnya, 01 April 2015 lalu Senayan City bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) mengadakan donor darah dengan tema 'Give Blood Save Lives' yang bertempat di The Hall Lantai 8 dari Mall Senayan City sendiri. Saya sendiri mengetahui hal ini dari poster pengumuman di kantin kantor saat turun makan siang. Karena lokasi mall yang bersebelahan dengan kantor bagaikan bayi kembar siam, jadilah saya & beberapa teman kerja dengan senang hati bersedia menjadi pendonor.

Tepat pada hari H sehabis makan siang kami semua turun lantai menuju mall sebelah. Ramainya minta ampun. Karena selain acara donor, juga diadakan acara hiburan dengan bintang tamu para stand up comedian. Entah jam berapa para comedian itu melawak, yang pasti saat kami kesana sudah tidak ada acara lawak - lawakan. Beberapa teman sekantor yang sudah lebih dulu mendonorkan darah memberitahu tahu bahwa diberikan power bank gratis bagi setiap pendonor. Wow! Lumayan kan? Niat ikhlas mendonorkan darah seketika bercampur dengan iming - iming power bank setelahnya. Maaf kami Ya Allah... Kami tetap karyawan kantoran yang suka dengan segala sesuatu yang berbau gratis walaupun kata orang kantor kami sering dipenuhi artis. (Apa hubungannya!)

Singkat cerita, kami ber-6 dengan seorang cowok pergi kesana dan mengantri untuk diperiksa kelayakan kondisi kami. Sayang sungguh sayang, niat baik 4 dari kami ditolak oleh PMI, sedang 2 diantaranya lolos test & bisa mendonorkan darahnya. Mengapa? Kami ber-4 tidak lolos test pertama. Bayangkan! Baru test pertama saja sudah tidak lolos! Sungguh kondisi tubuh yang memalukan! (Oke ini lebay). Jadi, sebelum darah kami diambil, kami di test dulu kadar Hb-nya (hemoglobin). Kadar Hb wanita dewasa normal 12,5 gm/dL, sedangkan kami kurang dari itu. Sedihnya, dari 4 diantara kami, kadar Hb saya yang paling rendah yaitu hanya 10,2 gm/dL saja. Entah hal ini disebabkan karena saya dalam kondisi haid saat itu, atau memang karena saya resmi jadi penderita anemia sejak 3 bulan terakhir. Entahlah...

So, please PMI, jangan tolak kami lagi lain kali. Kami akan berusaha lebih sehat agar kamu mau menerima cinta darah kami. Halah!

Jari - jari yang terluka berdarah karena ditolak PMI


Tetap exist meski jari teriris




Maafkan jika pose kami hampir sama semua

The Rempong In Action

Sudah menjadi kebutuhan pokok seperti kebutuhan akan berkelompok atau biasa kita sebut dengan istilah "Genk". Yap! Sebut saja "The Remponk", genk yang satu ini bukan sembarang genk. Genk ini disatukan bukan lantaran kesamaan hobi, kesamaan tempat menuntut ilmu, ataupun kesamaan lokasi kerja seperti genk pada umumnya, genk ini disatukan dengan alasan yang sederhana sekali: Karena kami masih bersaudara.

The Remponk terlahir begitu saja dari cikal bakal rumpi & curhat - curhat no gossip di kantor sepupu - sepupuku. Mereka memang sekantor, tapi personel lainnya beda kantor. Keseringan berbagi rasa, asa, suka & duka menjadikan kami semakin akrab & bersepakat membuat sebuah genk. Bingung memilih nama apa, dicetuskanlah nama "The Remponk" karena kami memang cewek - cewek extra ribet. Bayangkan, untuk liburan seminggu di Jogjakarta saja kami membawa sekoper besar yang berisi semua isi lemari kami. Itu pun belum termasuk jinjingan - jinjingan kecil yang isinya entah apa.

Selain identik dengan keribetan & berisiknya, genk ini juga identik dengan ke-jomblo-annya. Begitulah pemirsa. Hampir 90% anggota genk ini jomblo. Dua orang diantaranya sudah menikah, 1 lainnya sedang mempersiapkan pernikahan & sisanya sedang sibuk mencari jodoh berkarir. Genk kami selalu 'exist' dimanapun kami berada, terlebih saat menghadiri acara pernikahan anggota keluarga. Kostum sewarna & make up yang beda dari biasanya menghiasi penampilan kami saat menghadiri acara penting. Itu kenapa kami selalu jadi pusat perhatian di setiap acara. Genk ini beranggotakan kurang lebih 10 orang yang kesemuanya bersaudara, berlokasi nongkrong paling sering di Monas karena gratis mudah dijangkau dari lokasi kantor kami yang saling berjauhan, juga mempunyai hobi karokean & kulineran. Kalau sudah karokean, kami bisa pulang sampai jam 3 pagi saat weekend! Tapi tunggu dulu. Tentu saja hal itu sudah mendapat ijin dari orangtua kami. Walaupun hobi kulineran, ukuran tubuh personel genk sangatlah tidak merata. Ketua genk dengan badan gemuk berisinya sexynya, beberapa lainnya dengan badan ideal, dan sisanya. termasuk aku, dengan badan kurus langsingnya. Ya begitulah kami, sesuai namanya "The Remponk" ribet, repot, berisik, rusuh, tawa, canda, & keseruan selalu identik dengan kami.

Nongkrong cantik di Monas akhir 2014 lalu

Di acara nikahan abang sepupu Maret 2015






Di acara nikahan salah satu personel genk Desember 2014

Translate

Popular Posts